KINGDOM ACADEMY
Di suatu academy yang sangat terkenal, karena anak – anak nya yang kaya dan fasilitas academy yang bagus dan modern, academy itu juga mempunyai banyak anak yang berprestasi dan ada juga yang menjadi atlet yang terkenal, banyak yang ingin mendaftar ke dalam universitas tetapi banyak yang tidak lulus dan hanya beberapa anak yang lolos dari ujian masuk academy,lalu ada kakak beradik yang ada di universitas yang Bernama, Argo, Alvaro, Liam, Vio, Allesio, Kenzio, dan Rean, Argo adalah atlet panahan yang sudah turun ke lomba internasional dan dia sangat ahli dalam menggunakan laptop, Alvaro adalah atlet tekwondo yang selalu juara 1, maupun nasional atau internasional, Liam adalah anak yang sangat pintar dalam bidang matematika, Vio adalah anak yang sangat tertarik dengan dunia tinju, lalu permintaan itu dikabul kan oleh ayah nya dan dia sudah meraih juara 2 nasional tetapi dia selalu menjahili adik – adik nya dan kakak – kakak nya dia sering bercanda pada waktu yang tidak tepat, Allesio adalah anak yang sangat pintar dalam bidang sains ia sudah mengikuti lomba 5 kali dan ia selalu diperingkat 2 atau 1, Kenzio adalah atlet tekwondo ia juga sering mengikuti perlombaan dan ia juga sering memenang kan perlombaan, Rean adalah anak yang sangat suka bermain game dan dia juda sering menang dalam perlombaan game.
Ayah mereka adalah orang terkaya di wilayah itu dan ibu mereka sudah lama pergi, ayah mereka tidak ingin anak nya memberitahu tetang keluarga nya, karena ayah mereka tidak mau anak nya di manfaatkan oleh siapapun, dan sebenarnya mereka anak yang sangat terkenal tetapi banyak anak yang tidak suka dengan mereka tetapi perempuan di academy tetap menyukai mereka walaupun mereka tidak punya salah dengan yang lain.
Saat mereka datang, banyak yang sedang membicarakan mereka, saat Alvaro sedang merenung di kelas sambil mengemut permen yang ia makan, lalu datang temannya yang bernama Jordan ia adalah teman masa kecil Alvaro, lalu ia menghampiri Alvaro dengan napas yang tidak stabil “Varo, ternyata, satu academy sedang membicarakan keluarga mu“ Jordan berkata dengan nada yang terkejut “HAH!!“ jawab Alvaro dengan nada yang terkejut juga “Aku juga sama kaget nya, aku tahu dari adik ku, dia tahu dari teman nya yang juga mebicarakan keluargamu “ jawab Jordan “ sejak kapan aku membicarakan tentang keluarga ku, bahkan ayah ku tidak memperbolehkan anak nya untuk memberitahu siapa pun tentang keluarga, walaupun itu teman dekat lah, sahabat lah, tetap tidak diperbolehkan” jawab Alvaro dengan Panjang lebar “aku pun juga tidak tahu tentang keluarga mu walaupun aku sahabat masa kecil mu, tetapi kenapa mereka semua tahu tentang keluarga mu??“ jawab Jordan dengan nada kebingungan “terimakasih ya Jordan aku akan memberitahu kepada kakak ku dan adik – adik ku sekali lagi makasih ya“.
Saat pulang, mereka bertemu lagi di depan academy lalu mereka menaiki mobil yang dikendarai oleh supir mereka “aku ingin memberitahu, tetapi.., ah sudah lah dirumah saja“ kata Alvaro di dalam hatinya, di dalam perjalanan Alvaro terus saja memikirkan apa yang di bilang Jordan“ woi ngepain ngelamun mulu mikirin siapa sih? “ tanya vio dengan nada bercanda “ah elah gangu mulu sih, lagi puyeng nih diem dong!!“ jawab Alvaro dengan nada kesal “marah bae,emang mikirin apa sih aku nanyanih” jawab vio dengan nada penasaran “nanti, aku kasih tau pas udah di rumah, tapi jangan sampai ayah tahu tentang ini ya Cuma kita bertujuh doang yang boleh tahu dan jangan cepu ye awas aja kalo cepu aku kasih tahu aib mu dirumah ke satu academy“ jawab Alvaro dengan ancaman yang ia berikan kepada Vio “eh eh Santai dong kak kan cuman nanya..” jawab Vio dengan nada santai setengah bercanda. Setelah mereka berdiam diri di mobil akhirnya mereka sampai dirumah sesampainya mereka di rumah, Alvaro masih memikirkannya dan Alvaro langsung menuju kamarnya lalu ia menyuruh semua saudara untuk memasuki kamarnya untuk membicarankan masalah yang ada di universitas “ngepain kamu nyuruh kita kesini?“ tanya Rean dengan nada yang sangat bingung “udah dengerin dulu napa jangan komen dulu“ jawab Alvaro dengan nada yang gereget “ jadi pas aku lagi ngemut permen dikelas tiba – tiba Jordan nyamperin aku, terus dia bilang kalo satu academy lagi ngomongin keluarga kita, dia nggak persis gimana ceritanya tapi dia bilang pokok nya mereka ngebicarain yang nggak -nggak lah pokok nya“ kata Alvario sambil bercerita “oh jadi gitu makannya satu academy ngeliatin kita sambil kayak bisik – bisik gitu…” jawab Kenzio dengan nada puas mendengar cerita Alvaro “siapa sih yang nyebarin berita nggak jelas itu!!” bilang Rean dengan nada tinggi “kalau aku ketemu orang yang nyebarin berita HOAX itu bakal ku banting!!” ancam Rean “kan kamu main nya game terus mana bisa ngebanting orang GAJELAS” jawab Argo setelah mendebgar ancaman Rean “apasih!, sok tau banget” jawab Reang dengan tegas “napa jadi pada berantem sih” bilang Allesio kepada Argo dan Rean “ssstt diem napa nanti ayah denger” tegur Alvaro kepada semua.Tiba – tiba ayah memasuki kamar Alvaro “kalian semua ngepain disini, ayo makan udah disiapain tuh” bilang ayah kepada mereka semua “iya yahh” jawab semua dengan serentak mereka pun mengganti bajunya dan menuju ruang makan.
***
Sesudah mereka makan Bersama, mereka langsung menuju ruang keluarga untuk menonton tv, saat mereka sedang asik menonton, ayah datang sambil berkata “kalian, bisakah kalian duduk ayah ingin berbicara” bilang ayah sambil berjalan mendekati kami “apa yah?” jawab kami serentak “ayah,pengen ngomong sama kalian” bilang ayah dengan nada serius “ngomong apa yah?” jawab Liam dengan nada bingung “ayah pesen kekalian,kalian jangan sampai berantem diacademy ya” cakap ayah dengan nada lembut “iya yah..” jawab kami dengan serentak.
***
Saat pagi datang, mereka sudah bersiap – siap untuk berangkat ke academy,ayah berpesan sama seperti tadi malam,kami semua berpamitan ke ayah dan kami pun berangkat keacademy. Sesampai nya kami di academy masih banyak yang membicarakan hal itu,sebenarnya kami ingin mencari siapa yang menyebarkan berita bohong ini tapi kami tidak tahu ingin mencarinya kapan,karena jadwal kita yang sangat padat yang diisi oleh les dan bimbel tapi kami juga ingin mencari tahu tetepi pasti ayah tidak mengijinkannya karena takut kami kenapa – napa. Saat kami berpencar untuk memasuki kelas nya masing – masing, tiba – tiba Jordan menghampir kami memberhentikan kami sambil berkata “ eh kalian, aku ada berita, jadi kata temenku yang ada di kelas bawah dia ketemu orang yang nyebarin berita itu katanya anak yang suka ngebully itu loh yang banyak banget sekandal nya” bilang Jordan kepada kita bertujuh “wah harus dilabrak sekarang sih” jawab Allesio “tapi nanti kita diliatin satu academy terus nanti pada bilang kita suka sama dia padahalkan bukan” bilang Liam kepada kami semua “kepedaan banget” bilang Jordan kepada kami “kaya kaga aja” jawab Rean “udah napa kok malah jadi berantem udahlah kita selesainnya besok aja, udah mau telat nih” bilang Argo sambil memperingati semuanya “yaudalah besok aja atau pas pulang aja” jawab Vio “tapikan kita ada les diluar apa lagi pulang nya malem” bilang Kenzio “oh iya ya” jawab kami serentak kecuali Kenzio dan Jordan, setelah mengobrol Panjang akhir nya kita pergi kekelas masing – masing, sepulang dari academy mereka membicarakan nya lagi dikamar Argo, karena besok libur mereka begandang di kamar Argo untuk membicarakan masalah itu, akhirnya setelah mereka membicarakan masalah itu hingga pagi, mereka mendapatkan 3 orang yang mereka curigai yaitu ada Asya, Desi, Aures mereka mencurigai mereka karena Alvaro selalu melihat mereka Ketika mereka bertujuh sedang berdiskusi atau sedang mengobrol sambil menuju kelas mereka sudah sepakat untuk melabrak mereka dihari senin, setelah menunggu hari senin tiba, lalu mereka pun berangkat ke academy merekapun bertemu Asya di kantin academy merekapun langsung melabrak Asya yang sedang bermain handphone sambil meminum kopi “woy!, kamu kan yang nyebarin berita hoax itukan” celetuk Kenzio “hah, cerita apaan dah?” tanya Asya “berita tentang keluarga kita” jawab Argo dengan nada yang lembut “oohh, cerita yang itu aku aja gak ngikutin cerita itu, aku cuma ngikutin jadwal konser my idol kpop biar bisa nonton” jawab Asya dengan penuh percaya diri jika dia akan mendapatkan tiket konser itu, “oh yaudah maaf kita udah nyurigain kamu” bilang Allesio dengan penuh penyesalan “iya gapapa kok” jawab Asya dengan lemah lembut.
Merekapun beralih ke Desi, mereka menemukan Desi di taman academy tetapi tiba – tiba Liam memberentikan kita “eh, emang Desi punya waktu untuk bikin cerita begini, dia kan lagi fokus ke skripsi dia” bilang Liam kepada kita “iya juga sih” jawab Vio “yaudahlah kita beralih ke Aures..” bilang Kenzio kepada kita. Merekapun menuju tempat Aures berada, akhirnya mereka menemukan Aures di kafe dekat kantin, Rean pun langsung menghampiri Aures yang sedang duduk dikursi panjang sambil memakan dessert yang ia pesan “eh, Aures kamu pernah denger berita tentang keluargaku?” tanya Alvaro “ooohh, tau tapi aku bukan yang nyebarin berita itu ya” jawab Aures “hmm mencurigakan” bilang Rean dalam hatinya “kamu tau dari mana kalo kita mau nanya itu?” tanya Alvaro “aku ngeliatin kalian dan aku juga denger teriakannya Kenzio” jawab Aures “malu saya kak” bilang Kenzio dalam hatinya “oh berarti kamu gak tau persis apa yang diomongin?” bilang Argo dengan kebingungan karena mereka bertujuh juga tidak tahu apa yang dibicarankan oleh satu academy “ya,tapi dari yang aku denger katanya mereka ngebicarain kalo ayah mu masuk penjara karena ngebantu satu agency yang jadi burona polisi,tapi aku gak tau y aitu bener atau yaa khayalan mereka” jawab Aures sambil memberitahu informasi yang sangat penting bagi mereka bertujuh “ohh perkataan yang sangat menyakitkan..” jawab Vio dengan nada yang sedih “yaudalah, maksih ya informasi nya” jawab Alvaro “ok sama – sama”, mereka pun pamit dari tempat itu, mereka masih harus mncari pelakunya lagi mereka selalu memikrkannya di tempat les atau yang lainnya mereka mencurigai hamper semua orang karena mereka sudah capek dengan berita yang semakin menyebar ini dan akhirnya mereka menemukan satu orang yang mereka lewatkan dari list orang yang mereka curigai yaitu Lyora, Lyora Adalah anak yang sudah menjadi langganan kasus hampir disemua kasus dia yang membuat nya dan katanya ia pernah ingin di keluarkan oleh pihak academy karena dia sudah banyak membuat kasus tetapi academy tidak bisa mengeluarkannya karena ayah nya akan memberi uang lebih jika anak nya tidak dikeluarkan dan dia selalu membully anak yang kurang bisa untuk berkelahi ataupun selainnya.
Dan mereka pun mencari Lyora disemua tempat dan mereka tidak menemukannya tiba – tiba Lyora menghampiri mereka bertujuh sambil berkata “wow, si tujuh bersaudara yang dibicarain satu academy kayanya lagi nyari si pelaku yang nyebarin berita tentang keluarganya nih….” kata Lyora sambil memancing mereka bertujuh “oh jadi kamu yang nyebarin berita itu” bilang Liam kepada Lyora “kalo iya kenapa?” jawab Lyora “sebenarnya kamu nyebarin cerita apa ke yang lain?” tanya Allesio “aku nyebarin tentang ayah kamu yang ngebantuin satu agency yang memjadi buronan polisi dan tentang ayah dan ibumu” jawab Lyora sambil tersenyum yang sedikit menyeramkan “kamu tau tentang ibuku DARIMANA!!!” jawab Rean yang dengan nada yang sangat marah “dari seseorang yang selalu Bersama kalian” jawab Lyora “emang siapa?” tanya Alvaro “kalian pasti taulah, hampir setiap hari kalian bersamanya tapii, kalian hanya bertemu pagi,sore,dan malam”jawab Lyora dengan nada yang membuat suasana menjadi sangat serius “jika kalian ingin tahu siapa yang aku maksud,kalian semua harus meneraktir ku selama 1 bulan dan jika kalian setuju besok kalian temui aku di rooftop academy saat jam pulang” bilang Lyora kepada mereka betujuh “oke kita semua setuju besok kita bertemu di rooftop academy” jawab Alvaro sambil berjabat tangan dengan Lyora
Setelah selesai berdiskusi dengan Lyora mereka pun pulang dengan di supiri oleh supir mereka, setelah sampai di rumah mereka mengganti baju dan langsung berkumpul dikamar kakak tertua yaitu Argo, mereka mendiskusikan siapa yang dimaksud oleh Lyora, mereka mendiskusikan sampai larut malam dan mereka pun sampai tidur dikamar kakak tertua mereka.
***
Saat pagi datang mereka berangkat ke academy, saat mereka sampai di academy mereka masuk ke kelas masing – masing, saat di jam pulang mereka bertujuh langsung pergi ke rooftop academy dan bertemu Lyora “akhir nya kalian datang juga” bilang Lyora “oke kita udah janji ya jadi siapa yang kasih tau kamu?” tanya Rean ke Lyora “yaitu..., supir kalian sendiri” jawab Lyora “HAH YANG BENER!!” jawab mereka bertujuh dengan serentak “tapi kalian jangan kasih tau siapa pun biar aku yang kasih tau mereka semua” bilang Lyora “oke kita tutup mulut” mereka berjabat tangan.
Setelah semua masalah selesai akhirnya mereka bisa belajar dengan tenang dan ayah mereka memecat supir itu dan memberi pekerjaan supir ke orang lain dan hidup berjalan lebih lancar.
TAMAT.
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA SEMOGA KALIAN SUKA.
By:Khairana