EduShare
  • Buka Toko
  • UangKu
  • Store
  • TolePay
  • Login
User Avatar
🔥 Pengguna baru saja upgrade ke Pro dan mulai cuan!
Baru saja

Kenangan rumah tua<part 3>

avatar p_den • 3 bulan yang lalu • Baca 2 menit • ★★★★★ (1)
Kenangan rumah tua<part 3>
"Bagus cia. Suara mu, hahaha" yuka tertawa kecil mendengar lagu buatan cia yang begitu lucu dan terdengar tak beraturan. "Tapi- mama suka kaann??" " iya. Mama suka kookk" saat sedang asik asik nya mengobrol. "Permisi" ucap seseorang dari balik pintu ruang inap. Ternyata itu adalah dokternya. "Ya. Oh kenapa dok?" Tanya yuka "bu yuka. Ini anaknya boleh di ajak bicara." Jelas dokter "YEAAAYYYY" teriak cia "aduh. Cia! Kontrol suara mu. Maaf dok, saya boleh masuk sekarang?" Dokternya mengganguk. Cia sudah begitu bersemangat dan langsung lari terbirit birit menuju ruang inap. "Kakaa" dengan tatapan lemah celina menatap adiknya dengan penuh kekhawatiran "cia. Kaka ngelakuin ini karena kakak sayang banget sama kamu. Udah kamu makan darah nya?, supaya darahmu gak berkurang." "Ini ka. Aku masih bawa" cia menunjukkan sekatung plastik kecil berisi darah celina. "Makan sekarang." Tawar celina. Cia yang tak mengerti apa apa hanya bisa menatap celina heran. "Aku gak suka darah." Kata cia sedikit heran. "Itu untukmu dedekku sayangg.." tawar celina lagi. "AKU BILANG AKU GAK MAU!" ucap cia dengan nada tinggi. Lalu melempar sekantung plastik kecil berisi darah kakaknya. Dengan tak sopan. Celina hanya bisa diam di kasurnya. Yuka pun segera mendekat "mengapa?" Tanya yuka pada mereka berdua. Celina hanya bisa tersenyum paksa dengan air mata sedikit demi sedikit berjatuhan. Cia yang masih kesal menunjuk celina dengan wajah cemberut. "Kakak jahat!" cia memulai percakapan. "Engga ma. Kaka cuma pengen-" "KAKAK NYURUH AKU MAKAN DARAHNYA!" teriak cia. Yuka dan celina hanya bisa menatap cia dengan sikap diam. Karna mereka tak tau harus berbuat apa. Tiba tiba cia mendekat ke yuka lalu merengek sambil terus menerus menujuk kantung plastik kecil berisi darah di kasur celina. "Mamaaa. Hukum kaka mah. Hukum." Cia terus menerus memohon sambil menarik narik baju yuka. "Sudah. Celina hanya ingin kamu sehat. Mama sudah dengar semuanya." Yuka memecah keheningan. "Huff" cia menarik nafas panjang lalu mengambil sekantung plastik yang berisi darah celina dan meminumnya. "DAH!" 1menit cia meminum darah kakaknya. "Cia. Kamu anak pintar. Suatu saat kamu akan menjadi sembuh pulih." Jelas celina sambil tersenyum menatapnya. Malam itu menjadi tempatnya hangat mengobrol. Lanjut prat 4!!<p>By: dennisa</p>

Login untuk memberikan rating dan komentar
avatar
fakhira
•
3 bulan yang lalu
ada part 4 gak yaaaaaaaaaaaaaaaaaa
avatar
Alwi
•
2 bulan yang lalu
abang juro nyariin
avatar
p_den
•
2 bulan yang lalu
Ada, nanti ya fa:] klo ada waktu

© 2025 EduShare - Platform Berbagi Pengetahuan
🏠
Beranda
🔍
Jelajah
👤
Login