BUKU MISTERI DIPERPUSTAKAAN SEKOLAH
Naya senang membaca buku diperpustakaan sekolahnya. Seuatu hari naya kehabisan buku di rumahnya, ia berencana untuk mengambil buku di perpustakaan sekolahnya. “bu, boleh kah aku keperpustakaan untuk mengambil buku. Karena bukunya udah habis halamannya.” Naya membujuk ibunya. “boleh, tapi jangan pulang malam ya sayang..” naya pun mengganguk dan beranjak pergi.
Sampai di perpustakaan sekolah. Ada security yang menjaga perpustakaan sekolah, naya segera masuk kedalam. tapi naya di halang oleh security. “Heh ngapain kamu keperpus ha?” tanya pak securitynya. Naya menjawab dengan tenang. “saya naya, mau minjam buku perpustakaan dan membalikan buku perpustakaan juga. Maaf” akhirnya security memperbolehkan naya untuk masuk.
Naya memilih buku buku yang ada disana. “kayaknya ini bagus deh.” Naya memegang buku berjudul= Aku ingin jadi lebih baik, naya pun beranjak untuk pergi dan menulis bahwa dia meminjam dan sudah membalikan bukunya. Naya sangat bergembira karena mempunyai buku baru yang masih diplastik oleh perpustakaan. “nay. Kamu pinjam buku lagi?” seseorang duduk disebelah kursi naya yang sedang asik membaca buku. “eh, dinda… iya soalnya ku kehabisan buku, jadi aku pinjam lagi deh hihi.” “kamu suka banget baca buku dari perpus ya?” tanya dinda. “ya dong. Ini judulnya Aku ingin jadi lebih baik. Kayaknya baru di beli. Soalnya masih di plastik.” Jawab naya sembari membaca bukunya kembali. “oh oke, stay save ya nay. Aku pulang dulu daahh” ucap dinda, naya melambaikan tangannya lalu ia berpikir sejenak apakah buku nya ini berbahaya? Ah, sudahlah. Naya pun pulang.
“Kenapa kamu lama sekali?” ucap ibu naya yang memasang muka marah. Naya terdiam ia tidak bisa menjawab pertanyaan ibunya. “maafin naya bu. Naya tadi baca bukunya dikit dulu karena seru.” Jawab naya sambil menunduk. Ia tidak berani melihat wajah ibunya. Ibu mengusap puncak kepala naya dengan lembut. “ga- apa apa kok sayang, yang penting jangan ulangin lagi ya. karena bahaya gara gara kamu keasikan baca, udah malam terus tiba2 kamu di culik. Lain kali langsung pulang ya naya sayang..” naya memberanikan diri melihat wajah ibunya dan ia langsung memeluk ibunya.
Naya bersiap untuk makan malam. Naya segera menuju kebawah untuk makan malam. Ia membawa bukunya karena sedang bosan. Naya sudah ada dilantai bawah ia segera membaca buku di kursi makan. “sayang.” Panggil ibu, naya segera menghampiri sumber suara tersebut. “kenapa bu?” tanya naya yang melihat Ibunya sedang merenung di ruang dapur. Ibu naya langsung memeluk naya dengan erat. Dan mulai berbicara dengan suara lirih. “naya. Maafin ibu ya. sekarang kamu keruang makan, ibu udah masakin makanan yang enak buatmu nakk.” Ibu melepas pelukannya dan berjalan memasuki ruang makan, naya hanya terdiam ditempatnya bingung mengapa ibunya seperti itu.
Naya sebenarnya sudah ditinggal ayahnya sejak kecil karena ayahnya kesal dengannya entah mengapa.
Naya memakan makanan buatan ibunya dengan lahap. Makananya itu adalah ayam goreng dengan taburan bawang goreng diatas ayam dan diatas nasinya. “enak banget buu.” Ucap naya tanpa menatap wajah ibunya. “iya sayang, mama tau kok kamu suka ayam goreng jadinya kamu bisa kenyang.” “bu, aku mau nanya. Kenapa ibu tadi termenung?” tanya naya heran. Kali ini ia menatap wajah ibunya dengan tatapan heran. “ga apa apa sayang. Jangan pikirin itu ya, habisin makannya dulu. Ibu gak suka ada orang yang ngobrol disela sela makan! Kecuali penting” ibunya sudah tak mau memikirkan kejadian tadi. “bu, tapi naya sudah selesai makan. Naya khawatir ada apa apa sama ibu. Plis bu. Kasih tau.” Naya memohon, melihat ibunya dengan wajah memerah, tapi ia bertanya sekali lagi. Belum sepat naya menyelesaikan ucapannya -.
KLONTANG!
Piring ibunya di lempar oleh ibunya sendiri. “NAYA! IBU SUDAH BILANG KEPADA KAMU! MENGAPA KAMU TIDAK MENGERTI? JANGAN PIKIRKAN LAGI.” Ibu naya menatap naya dengan tatapan yang tidak tahu bahwa anaknya sangat takut. “Naya! Tatap muka ibu nak.” Mendengar suara ibu naya yg mulai sudah menghilang, naya menatap wajah ibunya. Terdengar suara isakan dari naya. “i-i-ya buu..” ibunya naya berjalan membereskan semuanya dan mencium pipi naya yang masih mengeluarkan air mata.
Naya berlari kekamarnya dengan tergesa gesa, ia membaca buku aku ingin jdi lebih baik itu sambil menangis tanpa suara. Hanya ada isakan dikamarnya. Sampai di halaman 75 ia melihat kata kata… “IBUMU AKAN MARAH JIKA KAMU MELAKUKAN KESALAHAN LOH. SAMPAI SAMPAI MELEMPAR PIRING. DAN AKHIRNYA KAMU MENANGIS.” Kata kata itu membahas tentang temannya yang suka pulang telat dan bertanya di sela sela makan. Membaca semua itu. Naya merasa ada yang janggal.
Tujuh hari kemudian..
Naya telah menyelesaikan isi buku tersebut. Dan ia hanya menggeleng gelengkan kepalanya yang terasa pusing. Isi buku tersebut ternyata membahas tentang dirinya sendiri, naya juga tidak tahu siapa penulis buku tersebut.
“bu. Aku berangkat sekolah dulu ya buk.” Ucap naya yang sudah siap siap untuk pergi ke sekolahnya. “oh ya sayang. Hati hati naik taksinya yaa.” Naya pun masuk kedalam taksinya dan mulai mendengarkan musik di hapenya. “sudah sampai nak.” Ucap pak supir taksi. Naya segera keluar dan mematikan hapenya yang masih menyala. Dinda yang sedari tadi duduk terdiam kini sudah ada di depan naya.
“HAI NAY!” ucap dinda tiba tiba. Naya hanya menatap bestienya itu dengan tatapan seolah olah ia tidak kaget. Dan naya melewatkan bestienya begitu saja tanpa meluarkan kata sekali pun. Dinda menggikuti naya yang sedari hanya jalan santai. Dinda mengikuti naya sampai kekelas yang membuat naya tidak nyaman.
“din, bisa keluar ga? Jangan ngikut aku terus! Aku lagi capek dinn.” Ucap naya. Kepalanya menunduk di kakinya. Naya hanya termenung menatap tas yang ada disampingnya. “maaf nay. Oh ya btw kamu udah selesai novel nya?” tanya dinda yang duduk dikursinya menghadap naya tanpa menatap naya. Ia melihat mejanya saja.
“entahlah. Aku udah selesai semua, tapi.. semua isi buku itu membahas tentang aku sendiri. Ah sudahlah aku malas berbicara.” Naya langsung menundukkan kepalanya lagi dengan tatapan pucat pasi. Dinda hanya melonggo seakan tak percaya. “okelah kalo begitu oh ya-“ dinda belum menyelesaikan ucapannya tapi ternyata bu guru menatap mereka dari beberapa menit yang lalu. Dinda tersenyum kepada gurunya tersebut dan langsung keluar untuk upacara di jam pertama. Ibu guru yang bernama bu shisha, berjalan menuju meja naya yang masih menundukkan kepalanya. Bu shisha mengetuk meja naya dengan keras. Naya langsung menggangkat kepalanya dan menatap bu shisha. Ia langsung tersenyum walau nyawanya belum terkumpul. “naya. SEGERA KELUAR! UPACARA!” ucap bu shisha yang membuat naya terburu buru keluar.
“NAYA. KENAPA KAMU TELAT?” tanya pak guru yang bernama: Pa rinto. Naya hanya menunduk dan mengusap matanya, suara isakan mulai terdengar. “NAYA! DENGAR KATA SAYA? NAYA. JAWAB!”ucap pa rinto dengan suara tegas. Naya menatap wajah pa rinto dengan tatapan takut, “maaf pa. saya capek. Saya ngantuk.” “BAIKLAH, kamu boleh baris. Jangan tidur lagi okey?” naya hanya mengganguk pelan lalu menuju kebarisan.
Wajah naya masih sembab setelah upacara. Saat upacara matanya terus menerus mengeluarkan air mata, ia sangat tidak tau mengapa bisa seperti itu. “Naya. kamu tadi habis nangis ya?” dinda mengelus pundak naya. Naya mengganguk ia hanya menatap meja yang penuh coretan nya dulu. “oh ya, tadi maaf ucapanku kepotong. Ituuu aku mau nanya, kamu gak bawa minum?” “nggak. Bisa akhiri orbolan ini ga? Aku mau cepat2 kekantin.” Ucap naya. Kelasnya sudah sepi hanya mereka berdua saja yang ada dikelas. Karna teman temannya sudah pada kekantin. Dan mereka langsung pergi kekantin.
“Makasih udah bayarin.” Kata naya singkat. “sama sama. Ayuk kita makan nya cepet waktunya sudah mau habis.” Jawab dinda. naya tiba tiba memukul mejanya pelan. Dinda bingung. “kenapa nay?” naya tidak menatap dinda. mengambil sendok yang ia pakai untuk makan. Kepala naya masih menunduk seakan tidur? “NAYA! SETOP DEH!” dinda yang begitu sensitif kini mulai jijik dengan sikap naya. Sendok punya dinda itu di injak oleh naya lalu dijilat dan tanpa basa basi naya melempar sendok itu tepat di minuman iced tea punya dinda. “NAYA!” ucap dinda yang sudah tak tahan dengan sikap naya. Dan memanggil bu guru untuk melaporkan kejadiannya.
BRUKK
Meja makan kantin di jatuhkan oleh naya. Kepalanya masih saja menunduk. Dinda dan bu shisha datang. “naya.” Panggil bu shisha dengan suara yang sedikit pelan. Naya langsung menggangkat kepalanya lalu menatap wajah bu shisha yang masih pucat pasi, sembab. “ya? A-APA YANG TERJADI?” naya kaget melihat mejanya terjatuh. “ITU. Akibat mu sendiri! Ayuk keruang bk!” bu shisha menarik tangan naya dan dinda. menuju keruang bk..
Selesai. Naya mesih menunjukan muka pucat pasi. Ia bertanya kepada dinda. “din, apa yang terjadi? Kok aku ditegur? Katanya: jangan gitu lagi! Paham? Itu… kenapa din?” tanya naya yang menatap dinda dengan penuh heran.
“Buku itu berbahaya.. buang buku itu naya. ITU BUKU MEMBUAT MU SEPERTI ITU. GILAA! BUANG BUKU YANG BERJUDUL: AKU INGIN LEBIH BAIK. SEKARANG JUGA!” peringat dinda. naya pun menggarukan kepalanya yang tidak gatal. Lalu mengganguk. Ia benar benar kena jebakan dari buku itu. BUKU BANYAK PLOTWIST. Ah sudahlah. Naya dan dinda pun keluar dari ruang bk.
Naya dan dinda duduk di meja masing masing dengan tatapan kosong. Aneh. Kelas masih sepi dan guru belum ada yang datang padahal ini sudah waktunya belajar. Naya segera menggambil buku novel ‘aku ingin lebih baik’ itu. Ia membuka halaman 123, dan tepat sekali buku itu menjelaskan kelas masih sepi padahal waktunya belajar. Naya menatap dinda yang masih dengan tatapan kosong sembari mengembalikan bukunya.
“din.” Panggil naya menatap wajah dinda. dinda menatap naya dengan tatapan heran. “kenapa? Kok wajah kamu kayak panik?” naya menggelengkan kepalanya lalu menghela napas, “itu. Bukunya plotwist banget! Di bukunya menjelaskan tentang kelas sepi padahal waktu belajar.” Dinda melotot sempurna dan menggeleng seakan tak percaya. “GAK MUNGKIN.. ayok buang buku itu.” Dinda mengandeng tangan naya dan lari secepatnya, untuk ke tong sampah membuang buku tersebut.
Sesampainya di depan tong sampah. “nay. Gaapa apa kan kalo kamu buang buku ini? Iklhas kaaannnn??” tanya dinda memastikan. Menatap tong sampahnya. “iya. Kan buku ini berbahaya. Mana mungkin aku simpan? Kan aku gak mau. Lagi pula buku ini gak ada penulisnya sama sekali. Dann kenapa judul buku ini aneh? Sudahlah buang aja. Gak apa apa dinn” dinda mengganguk dan membuang buku tersebut. Tepat setelah membuang buku tersebut. Suara berisik kembali terdengar. “Akhirnya kembali semula. Yuk balik kekelas nay.” Naya dan dinda kembali kekelas dengan perasaan bergembira
“kenapa kalian lama sekali?” tanya bu shisha dengan tatapan tajam. “maaf bu. Kami membuang buku aneh, kami boleh duduk?” tanya naya dan dinda bersamaan. Bu shisha mengganguk perlahan lalu tersenyum kepada mereka, seakan bu shisha tau bahwa tentang buku misteri itu. Naya dan dinda duduk di kursinya.
Selesai belajar. Mereka waktunya untuk pulang dan besok hari libur, ini sangat menyenangkan!
“din. Aku pulang duluan ya! soalnya aku mau istirahat, oh ya makasih ya udah bantuin aku din. Dadahhh!” “ ya dadah nayy! “
Naya sangat bergembira karena buku misteri yang sudah ia buang. Namunn naya baru ingat bahwa jika buku perpus sudah dipinjamkan. Namun belum dikembalikan hingga 1 bulan akan diberi hukuman. Naya segera berlari untuk pergi kesekolahnya lagi.
Sampai diperpustakaannya. Naya berhenti di depan perpustakaannya lalu terlihat pa satpam menatap naya dengan tatapan tajam. “naya? Mau minjam buku perpustakaan lagi? MANA BUKU YANG KAMU PINJAM 1BULAN LALU? KEMBALIKAN.” Naya menatap wajah pa satpam itu dengan tatapan tenang. “udah ku buang pak. Karena itu buku berbahaya. Karena buku itu aku baca memjelaskan tentang aku sendiri. BAHKAN KEJADIAN HARI INI.”jelas naya dengan tatapan tenang. “baik. Jadi pinjaman buku perpustakaan kamu itu di cancel? Tujuan mu kesini untuk membatalkan pinjaman buku perpustakaan. Ya?” naya mengganguk lalu pa satpam mempersilakan naya untuk masuk keperpustakaan. Dari jauh pa satpam itu menatap langkah langkah naya. Memastikan tidak ada yang mencuri buku perpustakaan tanpa seizin izinnya.
SAMPAI DI RUMAH…
“Sayangg… gimana sekolah nya?” sambut ibu dengan gembira. Naya tersenyum lalu menjabat tangan ibunya dan menciumnya. “Baik bu. Aku mandi dulu ya bu.” Naya menaruh tasnya di kamarnya lalu beranjak mandi. “nak.” Suara misterius datang? Di dalam kamar mandi. Suara itu seperti suara ayahnya yang meninggalkannya nadanya sedikit lirih. “KENAPA? HAH?” tanya naya. Naya menatap seluruh tembok kamar mandi. “nak. Ini ibu.” Naya seakan tak percaya dengan apa yang diucapkan ibunya. Naya membukakan pintunya.
Ceklek!
Namun saat di cek hasilnya nihil. Tak ada siapa siapapun. “BU? IBU! IBU DIMANA?” “Kenapa sayang?” sosok ibunya berjalan mendekati nya. Naya seakan ingin pingsan dan menatap wajah ibunya dengan serius.”INI BENERAN IBU? SOALNYA TADI AKU KAN MANDI. Ada suara aneh seperti suara ayah. Dan pas aku tanya itu suara siapa dan… ia menjawab suara i-ibu.” Jelas naya dengan napas hampir tidak teratur. “ini mama nak. Sekarang kamu istirahat dulu. Supaya pikiranmu meluap oke?” naya mengganguk dan menuju kekamarnya untuk istirahat.
Dikamar, naya sangat frustasi memikirkan tentang buku itu tersebut. Damm! Ia juga ingat bahwa buku ‘aku ingin lebih baik’ itu menceritakan tentang suara Aneh dari arah dalam kamar mandi. “AGRHHHH!” naya berteriak, meluapkan semua isi pikirannya, ia sangat pusing. Naya hanya termenung lalu tanpa sengaja ia tertidur sambil duduk menundukan kepala.
TOK TOK
“Sayang. Ayuk makan malam nak.” Ucap ibu dengan mengetuk pintu terlebih dahulu. Merasa khawatir ibu masuk kekamar naya. Tanpa dikunci. Naya masih saja tertidur lelap. Ibu mengelus puncak kepala naya. “Say.” Panggil ibu. “HAH?” naya terbangun dengan tatapan heran dan matanya merah. Menggangkat kepalanya dan menatap ibunya yang tersenyum kepadanya. “Ke-ke-kenapa bu?” tanya naya heran. Ibu menggelengkan kepalanya mencium pipinya lalu tersenyum kemudian pergi dari kamar. Naya masih heran. Lalu ia turun dari kasurnya, dan melihat sepiring sop ayam. Naya terharu karena ibunya begitu peduli kepadanya walaupun keluarganya tak lagi utuh, naya mengambil sop ayam itu dan memakannya. Minumnya adalah teh manis hangat. “makasih, bu.” Ucap naya dalam hati dan menghabiskan makanan dan minumnya dengan lahap.
“Bu.” Panggil naya mencari ibunya kemana mana. Naya terduduk lemas. Ia sedih mengapa ibunya tak ada dikamar maupun didalam rumah ini? “IBUUU!” panggil nya berkali kali. Tapi tak ada jawaban. Naya berencana untuk cuci piring lalu bergegas tidur. Mungkinkah ini mimpi? Ia pun mencuci piringnya dengan tatapan berkaca kaca. Setibanya di kamar naya mengambil selimut dan memakainya ia tidak lupa untuk berdoa agar mimpi atau kejadian asli ini MENGHILANG SELAMANYA. “bu. Jangan pergi. IBUuu~~~” naya menangis lalu ia tertidur.
“Nak. Ibu ada disini, jgn takut.”ucap ibu. Naya terbangun dari tidurnya melihat ibunya yang sedang tersenyum. “bu. Habis kemana?” tanyanya. Ibu menjawab “Keluar sebentar. Beli telur dan temannya. Udah ya. kamu istirahat, besok mau les?” “iya bu. Tapi ibu jemput ya. biasanya aku kalo sendiri lupa waktu hehe.” “oke gak apa apa kok sayang. Ingat, besok harus bangun pagi. Jam 7:00 okeeyy?” “IYA, BU. Jangan lupa ya, jemput>.” Ibunya mengganguk lalu mematikan lampunya dan keluar kamar. Naya tersenyum bergembira dan lanjut tidur.
Pagi yang cerah. Penuh semangat di hari ini. Naya masih saja tertidur lelap padahal sudah jam 6:20. TET TET! Suara alarm dihapenya terus berdering tanpa henti. Naya segera bangun dari tempat tidurnya dan melihat info. Ia mendapati info yang begitu penting. Karena lesnya adalah coding harus membawa laptop. Tapi ternyata ada pengambilan nilai. Naya disuruh bu celwn untuk membuat cerita ia sendiri setiap les. Dan itu harus asli. Pasti sangat memalukan jika dibaca oleh teman temannya. Terutama bestienya DINDA? naya sudah muak dengannya. Ia pun beranjak kekamar mandi untuk mandi pastilah.
Setelah semua selesai. Naya pergi kelantai bawah untuk sarapan. “BU! SARAPAN KU APAA?” tanya naya sambil teriak di tengah jalan turun tangga. Ibunya tak menjawab. “BUU?” tanya naya sekali lagi. Namun hasilnya tetap sama. Naya mencepat langkahnya dan tibalah di ruang makan. Saat ia mengecek dapur dan ruang makan. Naya kaget karena ibunya sudah tak ada lagi. Naya hanya bisa menunggu sarapannya sambil termenung. Semakin lama naya keingat tentang isi buku itu. Naya berusaha melupakan pikirannya. Berusaha untuk melupakannya. Sampai suatu ketika. “Nak. Baru bangun ya? ibu baru bangun juga say. Capek banget kemarin habis dimarahin sama bos hahaha. Oh ya hari ini kita makan roti selai sama susu coklat ya saayy.” Ibunya tersenyum melihat naya yang begitu semangat namun naya sebenarnya tidak baik baik saja. Ibu naya membuat sarapan dengan sangat lambat hingga naya ingin protes. “bu-“ belum sempat menyelesaikan ucapannya sarapannya sudah ada didepan naya. “kenapa nak?” tanya ibunya dengan tersenyum. Tatapannya pucat pasi. naya menggeleng dengan cepat ia menyelesaikan makannya dengan sangat cepat Cuma 1 menit saja.
SESAMPAI NYA DI TEMPAT LES..,,.,.,.,.
Sudah mulai rame juga ya. karena naya datang di tempat lesnya pas banget 7:00. “nay. Kamu udah ngerjain tugas coding??” tanya bu celwn. “belum bu. Soalnya baru banget buka grup wa.” Naya menatap guru kesayangannya itu. Murid kesayangannya bu celwn itu adalah dinda dan naya.”Baiklah. minggu depan harus selesai ya say.” Naya mengganguk. “dinda hari ini tak masuk karena ia sedang ada acara keluarga. Sudah ya. sekarang kamu boleh pulang.” Naya hampir tak percaya. Ternyata memang benar itu adalah murid kesayangan bu celwn. Naya memberi tahu ibunya untuk pulang. Dan hidup mereka menjadi bahagia. Ketika tak ada novel aneh.
Demi hari. Naya menjadi lebih ceria setelah membuang buku kramat itu. “Naya kamu senang banget dari 2 bulan ini.” Ucap dinda. naya mengganguk dan tertawa malu. “HAHAHAHA karena aku itu… em bukunya sudah dibuang jadi aku lebih senang dan ceria entahlah. Buku itu mengubah segalanya loh din. Hihihi.” Jelas naya. “baik. Kalo kamu sudah membuang buku itu. Kamu gak kayak kemaren ya. masa di jatohin meja kantin wkwkwkwkwkwk.” Naya dan dinda tertawa berbarengan.
“Sayang. Kok tumben ceria amat.” Sambut ibu naya dengan tatapan senang dan juga tersenyum. “Ada deh bu. Hihihi.” Jawab naya merahasiakan kejadiannya. “Ibu khawatir kamu ada apa apa nay.” Ibu mengeluarkan suara agak tegas atau agak teriak. Dan naya menjadi bingung. Kenapa Cuma bercanda jadi dibawa serius? Lagian ceria bukan karena jahat tau gimana kan?? Pikir naya. Ibu menatap naya dengan tajam. Naya menatap ibunya dengan tatapan tak berdosa. “Bu. Aku Cuma bercanda. Kenapa dibawa serius? Aku senang karena hari ini gak ada kejadian aneh kayak 1 bulan lalu, ibu mungkin salah paham?” jelas naya langsung ke inti. Ibu membalikan badan dan berjalan entah pergi kemana. Lalu naya ingin mengikuti tapi terdengar suara ibunya.“JANGAN IKUTI!” ibu kembali ke arah naya masih dengan tatapan tajam. Naya makin kebingungan. “bu? Kenapa. Cerita dong. Kenapa ibu kayak gini?” tanya naya masih dengan menatap ibunya heran. “Syukurlah kamu tau. Itu yang ibu rasakan. Khawatir nak.” Jelas ibu dan menatap naya sambil tersenyum. Naya kembali menatap ibunya masih dengan tatapan heran. “Ouh. Oke. Maaf bu” naya memeluk ibunya. Dan beranjak mandi lalu istirahat.
Dikamar naya bertanya tanya dengan dirinya sendiri. Mengapa ibunya selalu pergi tanpa seizinnya. Naya akan merasa khawatir juga. Ia mulai kesal dengan ibunya yang jarang di rumah yang tak lagi utuh. Naya beranjak untuk menanyakan hal itu kepada ibunya. “Bu.” Panggil naya “Kenapa say?” tanya ibu. “ibu jawab jujur. Kenapa ibu akhir akhir ini selalu pergi tanpa izin ke aku? HAH?” tanya naya yang kesabarannya setipis helai rambut. “nak. Karena. Ibu lupa pesenan buat sarapan masak kamu. Jadi ibu beli bahan. Terus ibu telat bangun karena catet pesanan untuk sarapan mu nak. Maaf bikin kamu khawatir say.” Naya tersenyum dan memeluk ibunya lagi. Dan menciumnya dalam hati naya berkata makasih bu.
TAMAT.
By:dennisa. Maaf kalo gak jelas ceritanya. Soalnya imajinasiku isinya itu. Hehehe.