EduShare
  • Buka Toko
  • UangKu
  • Store
  • TolePay
  • Login
User Avatar
🔥 Pengguna baru saja upgrade ke Pro dan mulai cuan!
Baru saja

buku misteri di perpustakaan sekolah, ver: NEW

avatar p_den • 4 hari yang lalu • Baca 16 menit
Buku misteri diperpustakaan sekolah

Naya senang membaca buku di perpustakaan sekolahnya. Suatu hari naya kehabisan buku dirumahnya, ia berencana untuk meminjam buku diperpustakaan sekolahnya. Naya menghampiri ibunya yang sedang menonton tv. “bu, bolehkah aku ke perpustakaan sekolah untuk meminjam buku. Karena buku nya sudah habis halamannya.” Naya membujuk ibunya. “boleh, tapi jangan pulang malam ya naya sayang,” naya pun mengganguk pelan dan beranjak pergi
Sekitar jam 5 sore, naya sudah sampai ke sekolahnya dan terlihat pak security menjaga lobby sekolah. Saat hendak masuk keperpustakaan…… tiba tiba naya di halang oleh security. “hei, ngapain kamu keperpustakaan ha?” tanya security itu. Dengan tenang naya menjawab, “saya naya, ingin meminjam buku juga membalikan buku.” Akhirnya security memperbolehkan naya masuk kedalam perpus, tapi security itu tidak langsung pergi. Ia melihat gerak gerik naya agar tidak ada yang mencuri atau pun menaruh buku sembarangan.
Naya memilih buku buku yang ada disana. “kayaknya ini menyenangkan deh!” seru naya, Ia tertarik dengan buku berjudul “I’am”. Naya segera menulis bahwa ia sudah meminjam dan membalikan bukunya. Naya segera keluar dari perpustakaan tersebut. Setelah itu naya berjalan menuju kursi kecil, ia berencana untuk membaca buku tersebut sebentar. “nay, kamu minjem buku di perpus lagi?” tanya seseorang yang duduk disebelah kursi naya yang sedang asik membaca bukunya, ternyata itu adalah bestie naya, Dinda namanya. Karena mereka sekelas mereka menjadi best friend forever. “eh, dinda. iya! Soalnya buku yang ku pinjam sebulan lalu sudah habis halamannya jadi aku pinjem lagi deh, ternyata buku ini juga seru loh.” dinda menelan ludah. Lalu ia segera berdiri. “ baiklah, tapi- stay safe ya. dah aku pulang dulu.” “ya dah.” Naya melambaikan tangannya. Lalu, ia berpikir sejenak apakah buku ini berbahaya? Ah, sudahlah. Naya pun pulang.
“kenapa kamu lama sekali?” ucap ibu naya dengan marah. Naya terdiam ia tidak bisa menjawab pertanyaan ibunya. “ma-maafin naya bu, tadi naya baca bukunya sebentar karena bosan eh, ternyata seru.” Jawab naya sambil terus menunduk. Ia tidak berani menatap muka ibunya. Ibu naya menghela nafas. “huft, tidak apa apa sayang. Yang penting jangan diulangi lagi ya. karena bahaya gara gara keasikan baca buku kamu jadi pulang malam dan tiba tiba kamu diculik, lain kali jangan gitu lagi ya sayang,” naya memberanikan diri melihat wajah ibu nya dan langsung memeluknya.
Naya bersiap untuk makan malam. Naya segera turun ke lantai bawah untuk makan malam, ia membawa bukunya karena sedang bosan. Sampai di lantai bawah naya langsung duduk dikursi dan membaca novelnya. “sayang.” Lirih ibu, Naya langsung kaget karena ada suara ibunya yang lirih pelan. Naya segera mencari sumber suara tersebut. “kenapa bu?” tanya naya yang melihat ibunya merenung di ruang dapur. Ibu naya segera berdiri dan mencium kening naya, “udah yuk makan nak. tolong bawakan makanan nya keruang makan ya nak.” Lalu ibu pergi meninggalkan naya, naya sangat bingung dengan sikap ibunya. Kemudian membawa makanan nya ke ruang makan.
Naya sebenernya sudah ditinggal oleh ayahnya sejak kecil karena kesal entah kenapa.
Naya memakan makanan ibunya dengan lahap. Makanan itu adalah ayam goreng dengan taburan bawang goreng diatas ayamnya dan diatas nasinya. “enak bu, makannya banget malah.” Ucap naya tanpa menatap ibunya. “iya sayang, soalnya ibu tau banget kamu suka makan ayam goreng jadi bunda buatin deh.” “bu, kenapa tadi ibu termenung?” tanya naya heran, kali ini ia menatap ibunya dengan tatapan heran. “gak usah pikirin itu ya sayang. Kamu habiskan makanannya dulu. Ibu tidak suka jika ada orang yang mengobrol di sela makan!” jawab ibunya dengan nada sedikit tegas. Ia tak ingin menceritakan kejadiannya tadi. “tapi bu, aku sudah selesai makan nya dan aku ingin sekali mendengar cerita ibu, kalau ada masalah pasti aku kasih saran yang baik untuk ibu tersayang!” akan tetapi ibunya tidak menjawab, naya pun ingin membicarakan nya sekali lagi namun, baru setengah berbicara-.
KLONTANG!><
Piring ibu naya di lempar olehnya sendiri. “NAYA! IBU SUDAH BILANG KEPADA KAMU! MENGAPA KAMU TIDAK MENGERTI? JANGAN BICARAKAN ITU LAGI!” ibu naya menatap naya yang tidak tahu bahwa anaknya sangat takut dengan tatapan itu. “tatap muka ibu nak.” Mendengar suara ibunya hampir tak terdengar, naya pun menatap ibunya dengan rasa takut terdalam dan ia mengeluarkan air mata. Terdengar juga suara isakan dari naya. “i-iya buu.” Ibu naya berdiri dan membereskan semuanya lalu mencium pipi naya yang masih mengeluarkan air mata.
Naya berlari kekamarnya dengan tergesa gesa. Ia mengambil dan membaca buku I,am itu sambil menangis tanpa suara. Tepat di halaman 75 ia melihat kalimat…. “IBU MU AKAN MARAH JIKA KAMU MELAKUKAN KESALAHAN LOH. SAMPAI SAMPAI MELEMPAR PIRING. DAN AKHIRNYA KAMU MENANGIS” kalimat itu membahas tentang temannya yang suka pulang telat. Dan bertanya di sela sela makan. Membaca semua itu naya merasa ada yang janggal.
Sebulan kemudiann…………….
Naya telah menyelesaikan isi buku tersebut. Dan ia hanya mengeleng gelengkan kepalanya yang terasa pusing. Isi buku tersebut membahas tentang dirinya sendiri, naya juga tidak tau siapa penulis tersebut.
“bu, aku berangkat sekolah dulu ya bu.” Ucap naya yang sudah siap siap untuk pergi ke sekolahnya. “oh ya sayang, hati hati ya naik taksinya.” Naya pun masuk kedalam taksinya dan mulai mendengarkan musik di hapenya. “sudah sampai nak.” Ucap pak sopir taksi. Naya segera keluar dari taksinya dan mematikan hapenya lalu memasukan kedalam kantong kecil. Dinda yang sedari duduk terdiam, kini sudah ada didepan naya.
“HAI NAY!” ucap dinda tiba tiba. Naya hanya menatap bestienya itu dengan tatapan seolah olah ia tidak kaget. Dan naya melewatkan bestienya begitu saja tanpa mengeluarkan kata sekali pun. Dinda mengikuti naya hingga ke kelas sampai membuat naya tidak nyaman.
“din, bisa keluar ga? Jangan ngikutin aku terus! Aku lagi capek din.” Ucap naya menatap dinda malas. Lalu naya duduk di kursinya sambil membereskan barang barangnya. “maaf nay. O, ya. btw kamu udah selesai novelnya? Seru ga?” tanya dinda sambil menatap naya yang pucat pasi.
“entahlah. Aku sudah menyelesaikan nya, tapi.. semua isi buku itu membahas tentang diriku sendiri. Seperti kebiasaanku atau perasaanku saat begini begitu. Aku jadi pusing nih, ah. Sudahlah aku malas berbicara.” Naya langsung memberhentikan ativitas memberes bereskan barang nya, lalu berganti menjadi tidur di meja. Kepalanya di taruh di meja. Dinda hanya terdiam sesaat, bahkan ia sampai melonggo karena bukunya bisa membahas dirinya sendiri. “okelah kalo begitu, oh ya-“dinda menggentikan ucapannya karena ternyata dari semenit yang lalu bu shisha wali kelasnya, menatap mereka berdua. “ayo dinda! UPACARA!” teriak bu shisha. Lalu dinda segera berlari keluar untuk upacara. Kemudian, bu shisha berjalan menuju meja naya yang masih terlelap. Bu shisha mengetuk meja naya keras agar naya cepat terbangun. Naya menggangkat kepalanya yang masih mengantuk dan menatap bu shisha. “ke-kenapa bu-?” lirih naya. Bu shisha kemudian menatap naya sinis lalu menunjuk ke arah luar. “UPACARA!” teriak bu shisha. Naya pun menahan kantuknya dan segera keluar dari kelas.
“NAYA! KENAPA KAMU TELAT?!” tanya pak guru yang bernama: pa rinto. Naya hanya menunduk dan mengusap matanya, suara isakan mulai terdengar. “NAYA! DENGAR KATA SAYA? JAWAB!” ucap pa rinto tegas. Naya menatap wajah pa rinto dengan tatapan ketakutan. “maaf pak, saya mengantuk. Dan saya lelah. Hukuman apapun bapak berikan kepada sya, saya- a- kan terima.” Lrih naya hampir tak terdengar, pa rinto melihat wajah naya yang pucat pasi. Pa rinto menghela napas panjang. “baiklah, kamu boleh baris lagi. Lain kali jangan tidur atau telat lagi, okey?” naya mengganguk pelan lalu masuk kebarisan.
Wajah naya masih sembab setelah upacara. Saat upacara matanya terus menerus mengeluarkan air mata, ia sangat tidak tau mengapa bisa seperti itu. “naya. Kamu habis nangis ya?” dinda mengelus pundak naya. Naya mengganguk sambil melihat murid murid lain pergi kekantin. “oh ya, tadi maaf ucapanku kepotong. Ituuu, aku mau nanya. Kamu ga bawa minum?” “enggak. Bisa akhiri obrolan ini ga? Aku ingin cepat cepat ke kantin.” Ucap naya. Kelasnya sudah sepi hanya mereka berdua saja yang ada dikelas. Karna teman temannya sudah pada kekantin.
“makasih udah bayarin.” Ucap naya singkat. “sama sama, ngomong ngomong cepet makannya. Nanti waktu nya habis.” Jawab dinda dengan tersenyum hangat. Tiba tiba naya mengambil sedotan di minuman iced tea milik dinda, dan melemparnya. “nay, kamu ngapain?” namun, naya tidak menjawab. “AAAA!” bruk! Meja kantin di jatuhkan oleh naya (hanya meja kantin yang mereka duduki). “nayaa! Kamu kenapa?” tanya dinda khawatir. Tetapi naya hanya melamun tetap tidak menjawab. “ADA APA INI?” datanglah bu kepala sekolah yang bernama ria, yang mendengar keributan. Dinda hanya menggedikkan bahu dengan tatapan kekhawatiran. “AYO KE UKS!”, dinda dan naya di tarik tangannya oleh bu ria. “ha? Kenapa inii” terdengar suara naya. “bu, kenapa? Tolong jangan begini. Sakiittttt” ucap naya lagi. Sampai di ruang bk. Bu ria menatap mereka dengan tatapan sinis. “kalian ini! Bikin ribut saja!” tegas bu ria. Naya masih kebingungan, lalu naya mengajungkan tangan. “bu, kenapa saya di bawa keruang bk?” “SUDAH! ITU KARENA KAMU MEMBUAT RIBUT KANTIN,!” naya akhirnya menyerah, dan mendengarkan nasihat bu ria.
Setelah itu, naya menghampiri dinda dan bertanya. “kenapa? Apa yang terjadi?” naya penasaraan sekali. Dinda mengela nafas panjang, lalu mulai berbicara. “b- buku, ! buku kaa-mu itu, membuat mu seperti itu kaan??” tanya dinda memastikan. “aku hanya merasa pusing, sepertinya iya, buku itu membuat pikiran ku kacau!” “sudahlah, ayo segera balik ke kelas!!” teriak bu ria.
Naya dan dinda duduk dimeja masing dengan tatapan kosong. Aneh. Kelas masih sepi dan guru belum ada yang datang padahal ini sudah waktunya belajar. Naya segera menggambil buku novel ‘Iam’ itu. Ia membuka halaman 123, dan tepat sekali buku itu menjelaskan kelas masih sepi padahal waktunya belajar. Naya menatap dinda yang masih dengan tatapan kosong sembari mengembalikan bukunya.
“din.” Panggil naya menatap wajah dinda. dinda menatap naya dengan tatapan heran. “kenapa? Kok wajah kamu kayak panik?” naya menggelengkan kepalanya lalu menghela napas, “itu. Bukunya plotwist banget! Di bukunya menjelaskan tentang kelas sepi padahal waktu belajar.” Dinda melotot sempurna dan menggeleng seakan tak percaya. “GAK MUNGKIN.. ayok buang buku itu.” Dinda mengandeng tangan naya dan lari secepatnya, untuk ke tong sampah membuang buku tersebut.
Sesampainya di depan tong sampah. “nay. Gaapa apa kan kalo kamu buang buku ini? Iklhas kaaannnn??” tanya dinda memastikan. Menatap tong sampahnya. “iya. Kan buku ini berbahaya. Mana mungkin aku simpan? Kan aku gak mau. Lagi pula buku ini gak ada penulisnya sama sekali. Dann kenapa judul buku ini aneh? Sudahlah buang aja. Gak apa apa dinn” dinda mengganguk dan membuang buku tersebut. Tepat setelah membuang buku tersebut…. Suara riuh ricuh kembali terdengar dan terlihat juga ada anak anak berlarian di luar sekolah. Padahal, sebelum naya dan dinda membuang buku itu belum ada sama sekali anak anak berlarian. “Akhirnya kembali semula. Yuk balik kekelas nay.” Naya dan dinda kembali kekelas dengan perasaan bergembira.
“kenapa kalian lama sekali?” tanya bu shisha dengan tatapan tajam. “maaf bu. Kami membuang buku aneh, kami boleh duduk?” tanya naya dan dinda bersamaan. Bu shisha mengganguk perlahan lalu tersenyum kepada mereka, seakan bu shisha tau bahwa tentang buku misteri itu. Naya dan dinda duduk di kursinya.
Selesai belajar. Mereka waktunya untuk pulang dan besok hari libur, walau ekskul tetapi, ini masih sangat menyenangkan!
“din. Aku pulang duluan ya! soalnya aku mau istirahat, oh ya makasih ya udah bantuin aku din. Dadahhh!” “ ya dadah nayy! “
Naya sangat bergembira karena buku misteri yang sudah ia buang. Namunn naya baru ingat bahwa jika buku perpus sudah dipinjamkan. Namun belum dikembalikan hingga 1 bulan akan diberi hukuman. Naya segera berlari untuk pergi kesekolahnya lagi.
Sampai diperpustakaannya. Naya berhenti di depan perpustakaannya lalu terlihat pa satpam menatap naya dengan tatapan tajam. “naya? Mau minjam buku perpustakaan lagi? MANA BUKU YANG KAMU PINJAM 1BULAN LALU? KEMBALIKAN.” Naya menatap wajah pa satpam itu dengan tatapan tenang. “udah ku buang pak. Karena itu buku berbahaya. Karena buku itu aku baca memjelaskan tentang aku sendiri. BAHKAN KEJADIAN HARI INI.”jelas naya dengan tatapan tenang. “baik. Jadi pinjaman buku perpustakaan kamu itu di cancel? Tujuan mu kesini untuk membatalkan pinjaman buku perpustakaan. Ya?” naya mengganguk lalu pa satpam mempersilakan naya untuk masuk keperpustakaan. Dari jauh pa satpam itu menatap langkah langkah naya. Memastikan tidak ada yang mencuri buku perpustakaan tanpa seizin izinnya.
SAMPAI DI RUMAH…
“Sayangg… gimana sekolah nya?” sambut ibu dengan gembira. Naya tersenyum lalu menjabat tangan ibunya dan menciumnya. “Baik bu. Aku mandi dulu ya bu.” Naya menaruh tasnya di kamarnya lalu beranjak mandi. “nak.” Suara misterius datang? Di dalam kamar mandi. Suara itu seperti suara ayahnya yang meninggalkannya nadanya sedikit lirih. “KENAPA? HAH?” tanya naya. Naya menatap seluruh tembok kamar mandi. “nak. Ini ibu.” Naya seakan tak percaya dengan apa yang diucapkan ibunya. Naya membukakan pintunya.
Ceklek!
Namun saat di cek hasilnya nihil. Tak ada siapa siapapun. “BU? IBU! IBU DIMANA?” “Kenapa sayang?” sosok ibunya berjalan mendekati nya. Naya seakan ingin pingsan dan menatap wajah ibunya dengan serius.”INI BENERAN IBU? SOALNYA TADI AKU KAN MANDI. Ada suara aneh seperti suara ayah. Dan pas aku tanya itu suara siapa dan… ia menjawab suara i-ibu.” Jelas naya dengan napas hampir tidak teratur. “ini mama nak. Sekarang kamu istirahat dulu. Supaya pikiranmu meluap oke?” naya mengganguk dan menuju kekamarnya untuk istirahat.
Dikamar, naya sangat frustasi memikirkan tentang buku itu tersebut. Damm! Ia juga ingat bahwa buku ‘aku ingin lebih baik’ itu menceritakan tentang suara Aneh dari arah dalam kamar mandi. “AGRHHHH!” naya berteriak, meluapkan semua isi pikirannya, ia sangat pusing. Naya hanya termenung lalu tanpa sengaja ia tertidur sambil duduk menundukan kepala.
TOK TOK
“Sayang. Ayuk makan malam nak.” Ucap ibu dengan mengetuk pintu terlebih dahulu. Merasa khawatir ibu masuk kekamar naya. Tanpa dikunci. Naya masih saja tertidur lelap. Ibu mengelus puncak kepala naya. “Say.” Panggil ibu. “HAH?” naya terbangun dengan tatapan heran dan matanya merah. Menggangkat kepalanya dan menatap ibunya yang tersenyum kepadanya. “Ke-ke-kenapa bu?” tanya naya heran. Ibu menggelengkan kepalanya mencium pipinya lalu tersenyum kemudian pergi dari kamar. Naya masih heran. Lalu ia turun dari kasurnya, dan melihat sepiring sop ayam. Naya terharu karena ibunya begitu peduli kepadanya walaupun keluarganya tak lagi utuh, naya mengambil sop ayam itu dan memakannya. Minumnya adalah teh manis hangat. “makasih, bu.” Ucap naya dalam hati dan menghabiskan makanan dan minumnya dengan lahap.
“Bu.” Panggil naya mencari ibunya kemana mana. Naya terduduk lemas. Ia sedih mengapa ibunya tak ada dikamar maupun didalam rumah ini? “IBUUU!” panggil nya berkali kali. Tapi tak ada jawaban. Naya berencana untuk cuci piring lalu bergegas tidur. Mungkinkah ini mimpi? Ia pun mencuci piringnya dengan tatapan berkaca kaca. Setibanya di kamar naya mengambil selimut dan memakainya ia tidak lupa untuk berdoa agar mimpi atau kejadian asli ini MENGHILANG SELAMANYA. “bu. Jangan pergi. IBUuu~~~” naya menangis lalu ia tertidur.
“Nak. Ibu ada disini, jgn takut.”ucap ibu. Naya terbangun dari tidurnya melihat ibunya yang sedang tersenyum. “bu. Habis kemana?” tanyanya. Ibu menjawab “Keluar sebentar. Beli telur dan temannya. Udah ya. kamu istirahat, besok mau les?” “iya bu. Tapi ibu jemput ya. biasanya aku kalo sendiri lupa waktu hehe.” “oke gak apa apa kok sayang. Ingat, besok harus bangun pagi. Jam 7:00 okeeyy?” “IYA, BU. Jangan lupa ya, jemput>.” Ibunya mengganguk lalu mematikan lampunya dan keluar kamar. Naya tersenyum bergembira dan lanjut tidur.
Pagi yang cerah. Penuh semangat di hari ini. Naya masih saja tertidur lelap padahal sudah jam 6:20. TET TET! Suara alarm dihapenya terus berdering tanpa henti. Naya segera bangun dari tempat tidurnya dan melihat info. Ia mendapati info yang begitu penting. Karena lesnya adalah coding harus membawa laptop. Tapi ternyata ada pengambilan nilai. Naya disuruh bu celwn untuk membuat cerita ia sendiri setiap les. Dan itu harus asli. Pasti sangat memalukan jika dibaca oleh teman temannya. Terutama bestienya DINDA? naya sudah muak dengannya. Ia pun beranjak kekamar mandi untuk mandi pastilah.
Setelah semua selesai. Naya pergi kelantai bawah untuk sarapan. “BU! SARAPAN KU APAA?” tanya naya sambil teriak di tengah jalan turun tangga. Ibunya tak menjawab. “BUU?” tanya naya sekali lagi. Namun hasilnya tetap sama. Naya mencepat langkahnya dan tibalah di ruang makan. Saat ia mengecek dapur dan ruang makan. Naya kaget karena ibunya sudah tak ada lagi. Naya hanya bisa menunggu sarapannya sambil termenung. Semakin lama naya keingat tentang isi buku itu. Naya berusaha melupakan pikirannya. Berusaha untuk melupakannya. Sampai suatu ketika. “Nak. Baru bangun ya? ibu baru bangun juga say. Capek banget kemarin habis dimarahin sama bos hahaha. Oh ya hari ini kita makan roti selai sama susu coklat ya saayy.” Ibunya tersenyum melihat naya yang begitu semangat namun naya sebenarnya tidak baik baik saja. Ibu naya membuat sarapan dengan sangat lambat hingga naya ingin protes. “bu-“ belum sempat menyelesaikan ucapannya sarapannya sudah ada didepan naya. “kenapa nak?” tanya ibunya dengan tersenyum. Tatapannya pucat pasi. naya menggeleng dengan cepat ia menyelesaikan makannya dengan sangat cepat Cuma 1 menit saja.
SESAMPAI NYA DI TEMPAT LES..,,.,.,.,.
Sudah mulai rame juga ya. karena naya datang di tempat lesnya pas banget 7:00. “nay. Kamu udah ngerjain tugas coding??” tanya bu celwn. “belum bu. Soalnya baru banget buka grup wa.” Naya menatap guru kesayangannya itu. Murid kesayangannya bu celwn itu adalah dinda dan naya.”Baiklah. minggu depan harus selesai ya say.” Naya mengganguk. “dinda hari ini tak masuk karena ia sedang ada acara keluarga. Sudah ya. sekarang kamu boleh pulang.” Naya hampir tak percaya. Ternyata memang benar itu adalah murid kesayangan bu celwn. Naya memberi tahu ibunya untuk pulang. Dan hidup mereka menjadi bahagia. Ketika tak ada novel aneh.
Demi hari. Naya menjadi lebih ceria setelah membuang buku kramat itu. “Naya kamu senang banget dari 2 bulan ini.” Ucap dinda. naya mengganguk dan tertawa malu. “HAHAHAHA karena aku itu… em bukunya sudah dibuang jadi aku lebih senang dan ceria entahlah. Buku itu mengubah segalanya loh din. Hihihi.” Jelas naya. “baik. Kalo kamu sudah membuang buku itu. Kamu gak kayak kemaren ya. masa di jatohin meja kantin wkwkwkwkwkwk.” Naya dan dinda tertawa berbarengan.
“Sayang. Kok tumben ceria amat.” Sambut ibu naya dengan tatapan senang dan juga tersenyum. “Ada deh bu. Hihihi.” Jawab naya merahasiakan kejadiannya. “Ibu khawatir kamu ada apa apa nay.” Ibu mengeluarkan suara agak tegas atau agak teriak. Dan naya menjadi bingung. Kenapa Cuma bercanda jadi dibawa serius? Lagian ceria bukan karena jahat tau gimana kan?? Pikir naya. Ibu menatap naya dengan tajam. Naya menatap ibunya dengan tatapan tak berdosa. “Bu. Aku Cuma bercanda. Kenapa dibawa serius? Aku senang karena hari ini gak ada kejadian aneh kayak 1 bulan lalu, ibu mungkin salah paham?” jelas naya langsung ke inti. Ibu membalikan badan dan berjalan entah pergi kemana. Lalu naya ingin mengikuti tapi terdengar suara ibunya.“JANGAN IKUTI!” ibu kembali ke arah naya masih dengan tatapan tajam. Naya makin kebingungan. “bu? Kenapa. Cerita dong. Kenapa ibu kayak gini?” tanya naya masih dengan menatap ibunya heran. “Syukurlah kamu tau. Itu yang ibu rasakan. Khawatir nak.” Jelas ibu dan menatap naya sambil tersenyum. Naya kembali menatap ibunya masih dengan tatapan heran. “Ouh. Oke. Maaf bu” naya memeluk ibunya. Dan beranjak mandi lalu istirahat.
Dikamar naya bertanya tanya dengan dirinya sendiri. Mengapa ibunya selalu pergi tanpa seizinnya. Naya akan merasa khawatir juga. Ia mulai kesal dengan ibunya yang jarang di rumah yang tak lagi utuh. Naya beranjak untuk menanyakan hal itu kepada ibunya. “Bu.” Panggil naya “Kenapa say?” tanya ibu. “ibu jawab jujur. Kenapa ibu akhir akhir ini selalu pergi tanpa izin ke aku? HAH?” tanya naya yang kesabarannya setipis helai rambut. “nak. Karena. Ibu lupa pesenan buat sarapan masak kamu. Jadi ibu beli bahan. Terus ibu telat bangun karena catet pesanan untuk sarapan mu nak. Maaf bikin kamu khawatir say.” Naya tersenyum dan memeluk ibunya lagi dan menciumnya. Dalam hati, naya berkata: “terimakasih bu, sudah merawatku sampai sebesar ini.
😊TAMAT
By: DENNISA
Mohon dimaafkan jika ada kata kata atau kalimat yang salah.
INI VERSI UPDATENYA JADI ADA YANG BERBEDA😊

Login untuk memberikan rating dan komentar
avatar
p_den
•
4 hari yang lalu
NANTI BAKAL ADA CERITA FIKSI YANG LEBIH SERU!!!! SABAR MENUNGGU YAAWWWW!!!
avatar
p_den
•
4 hari yang lalu
Persiapkan diri, karena cerita fiksi nanti bakal leboh panjannggggg jadi lebih seru!!

© 2025 EduShare - Platform Berbagi Pengetahuan
🏠
Beranda
🔍
Jelajah
👤
Login